Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani Sawit, Kao Dan Apical Bersama Asian Agri Luncurkan Program “SMILE”

  • Whatsapp

DUMAI, Detik12.com – Kao Corporation dan Apical Group maupun Asian Agri adalah merupakan perusahaan terkemuka dalam industri kelapa sawit.

Tiga perusahaan besar ini meluncurkan inisiatif baru di bidang keberlanjutan untuk membantu petani swadaya kelapa sawit di Indonesia.

Read More

Selain membantu meningkatkan petani swadaya dalam produktivitas kelapa sawit dimaksud, Kao Corporation, Apical group dan Asian Agri juga membantu petani sawit untuk memperoleh sertifikasi internasional dan membantu mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat.

Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment (SMILE) merupakan program kolaborasi antara Kao corporation (CEO : Michitaka Sawada) sebagai produsen hilir, Apical Group (Presiden : Datao’ Yeo How) sebagai midstream processor, eksportir, trader, dan Asian Agri (Managing Director : Kelvin Tio) sebagai produsen hulu.

Inisiatif program kolaborasi ini akan berlangsung selama 11 tahun ini berupaya untuk membangun rantai nilai minyak sawit yang lebih berkelanjutan melalui kerja sama dengan petani swadaya.

Release disampaikan managemen Apical group melalui humasnya, Kamero Bangun, kepada media di Kota Dumai, Riau, Kamis (15/10-2020) mengungkapkan, hal tersebut didukung oleh petani swadaya yang telah berkontribusi di atas 28 persen dari keseluruhan pasar minyak sawit di Indonesia.

Kolaborasi ini dibentuk setelah melihat adanya kendala yang dialami petani swadaya sebagai pengusaha swasta dalam meningkatkan produktivitas kebun mereka akibat keterbatasan pengetahuan dan kemampuan teknis.

Sebagai minyak nabati yang paling banyak digunakan di dunia, minyak sawit memiliki berbagai jenis kegunaan seperti untuk makanan olahan, minyak goreng, bahan baku biodiesel dan bahan baku pembuatan deterjen.

Keragaman fungsi ini membuat produksi minyak sawit global dapat mencapai 75 juta ton per tahun dan diprediksi akan mencapai 111.3 juta ton di tahun 2025.

Oleh karena itu, saat ini Indonesia memberi fokus yang lebih besar dalam meningkatkan produktivitas minyak sawit dengan meminimalisir kebutuhan ekstensifikasi lahan pertanian yang ada.

Hal ini tidak hanya membantu menjaga ketahanan pangan tetapi juga menyeimbangkan kebutuhan sosial, Corporation, Apical Group bahkan Asian Agri juga melaksanakan aktivitas sesuai dengan kerangka kerja yang disediakan oleh RSPO dan memastikan penelusuran hingga ke perkebunan kelapa sawit untuk membangun rantai pasokan yang ramah secara lingkungan dan sosial.

Di saat industri kelapa sawit telah bergerak maju dengan skema sertifikasi nasional seperti ISPO dan internasional seperti RSPO, sertifikasi untuk petani swadaya baru mencapai momentum.

Oleh karena itu, SMILE hadir untuk
menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya melalui kemitraan dan pemanfaatan pengalaman dan keberhasilan Asian Agri yang telah membangun kemitraan jangka panjang bersama petani swadaya.

SMILE akan mengerahkan tim ahli yang berpengalaman luas di bidang manajemen perkebunan dan agronomi untuk bekerja dengan 5.000 petani swadaya yang mengelola 18.000 hektar perkebunan di Provinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi.

Melalui berbagai seminar dan lokakarya yang dirancang khusus, tim SMILE akan mengedukasi petani tentang cara meningkatkan produktivitas, mengelola perkebunan secara berkelanjutan dan pentingnya untuk tetap berkomitmen pada praktik-praktik berkelanjutan seperti nol-deforestasi, kebijakan tanpa bakar dan nol-eksploitasi.

Kemudian memberikan bantuan untuk sertifikasi RSPO dan memberikan pelatihan tentang cara menerapkan langkah-langkah keamanan di perkebunan maupun peralatan keamanan termasuk helm pengaman, sarung tangan dan alat pemadam kebakaran.

Peningkatan dan penyediaan peralatan ini akan dilaksanakan dari tahun 2020 hingga 2030 dengan tujuan membantu petani swadaya memperoleh sertifikasi RSPO di tahun 2030.

Setelah disertifikasi, petani akan memenuhi syarat untuk menerima premium minyak sawit bersertifikat dengan rata-rata 5 % lebih tinggi dibandingkan minyak sawit yang tidak bersertifikat.

Sebagai bagian dari persyaratan RSPO dan komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat mewujudkan UN Sustainable Development Goals (SDGs).

SMILE mengikutsertakan inisiatif yang mempromosikan inklusivitas dan peningkatan mata pencaharian melalui pemberdayaan masyarakat.

Pencapaian tujuan peningkatan mata pencaharian petani swadaya ini akan dilakukan melalui peningkatan produktivas dengan nol-deforestasi, nol-lahan gambut dan nol-eksploitasi.

Selama pelaksanaan SMILE, ketiga perusahaan akan secara rutin melibatkan berbagai pemangku
kepentingan seperti LSM, NPOs dan tokoh masyarakat untuk memastikan pelatihan yang kompeten, alokasi peralatan yang memadai dan penyaluran kebutuhan yang tepat waktu di tingkat perkebunan dan masyarakat serta optimalisasi kolaborasi dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan dapat dilacak.

Tentang Kao Corporarion diketahui sudah menciptakan produk bernilai tinggi yang memperkaya kehidupan konsumen di seluruh dunia.

Melalui portfolio lebih dari 20 merek terkemuka seperti Attack, Bioré, Goldwell, Jergens, John Frieda, Kanebo, Laurier, Merries and Molton
Brown dan Kao merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia, Oceania, Amerika Utara dan Eropa.

Bersama dengan divisi kimianya yang berkontribusi di berbagai industri, Kao menghasilkan sekitar 1.500 juta Yen dalam penjualan tahunan.

Kao mempekerjakan sekitar 33.000 orang di dunia dan telah memiliki 130 tahun sejarah dalam inovasi.

Kao Group dan Insiatif ESG menyadari tanggung jawabnya sebagai perusahaan yang menyediakan produk kebutuhan sehari-hari.

Kao Group juga mengambil langkah aktif untuk mengurangi dampak lingkungan di sepanjang siklus hidup produknya.

Kao group telah menerima evaluasi dari berbagai organisasi eksternal seperti “Dow Jones Sustainability World Index” (DJSI World) yang dikembangkan oleh S & P Dow Jones di Amerika Serikat dan Robeco SAM di Swiss merupakan sebuah organisasi yang memilih perusahaan dengan perfoma keberlanjutan terbaik.

Pada April tahun 2019, Kao meluncurkan Kirei Lifestyle Plan  sebagai strategi ESG yang menggabungkan 19 tindakan kepemimpinan dengan mengintegrasikan ESG ke dalam inti
manajemen di perusahaan Kao guna mendorong pertumbuhan bisnis dan melayani konsumen serta masyarakat dengan lebih baik melalui peningkatan layanan dan produk.

Proyek khusus ini merupakan bagian dari Responsibly Sourced Raw Materials Action salah satu dari 19 tindakan kepemimpinan utama Kirei Lifestyle Plan.

Terkait dengan minyak kelapa sawit yang merupakan kategori bahan baku dengan dampak lingkungan terbesar di siklus kehidupan produk, Kao mengembangkan panduan pembelian minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Selain menunjukkan dukungan untuk nol-deforestasi, Kao juga mempromosikan pembelian berkelanjutan yang mempertimbangkan isu etika dan menerapkan keterlacakan yang efektif.

Sejak tahun 2007, Kao merupakan anggota RSPO dan telah menyelesaikan akuisisi sertifikasi SCCS untuk seluruh pabrik Kao di tahun 2018.

Kao juga menjadi salah satu direktur dari Japan Network for Sustainable Palm Oil (JaSPON) yang didirikan pada tahun 2019.

Pada program SMILE, Kao juga akan memberikan bimbingan teknis tentang cara menggunakan produk secara efektif bersama dengan Apical dan Asian Agri.

Kao berkolaborasi bersama LSM dan NPOs lokal untuk melaksanakan survei melalui kuesioner dan analisis mengenai efektivitas bantuan yang diberikan dalam meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja petani serta area lain yang perlu ditingkatkan lebih lanjut.

Penulis : Tambunan/rls

Related posts