LINGKUNGAN

Bekas Karhutla Perbatasan Dumai-Bengkalis Mencapai 66 Hektar Terus Dilakukan Pendinginan

×

Bekas Karhutla Perbatasan Dumai-Bengkalis Mencapai 66 Hektar Terus Dilakukan Pendinginan

Share this article

DUMAI, Detik12.com – Upaya pendinginan bekas Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah perbatasan Dumai-Kabupaten Bengkalis masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Tim gabungan tersebut terdiri dari 253 petugas diantaranya dari Dit Samapta Polda Riau, Polres Dumai, Polsek Medang Kampai, Brimob Polda Riau, Gabungan TNI, Satpol PP Provinsi Riau, BPBD Provinsi Riau dan BPDB Kota Dumai, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Pemadam PT. Wilmar, Sinarmas dan masyarakat setempat.

TNI – Polri dan tim gabungan lainnya masih terus bersinergi berjibaku melakukan upaya pendinginan berkas Karhutla tepatnya di wilayah Jalan Parit Purba RT. 009, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, pada titik koordinat N 1°36’45.7812″ E 101°39’27.0072″.

Upaya pendinginan telah memasuki hari ke-11 dipimpin langsung oleh Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, S.H, S.I.K bersama Dandim 0320/Dumai Letkol (Arh) Hermansyah Tarigan, S.E serta Dan Sat Radar 232 Dumai Letkol (Lek) M. Fatahillah Posuma, Minggu (30/4/2023).

Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, S.H, S. I.K, kepada media menyebut bahwa pihaknya memperkirakan luas lahan yang terbakar telah mencapai 66 hektar.

“Luas lahan gambut yang terbakar perkiraan mencapai 66 hektar dan seluruhnya telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Namun dibeberapa titik area yang terbakar, tampak masih mengeluarkan asap. Dan hingga saat ini, TNI – Polri masih terus bersinergi dan masih berjibaku bersama tim gabungan lainnya melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi asap yang keluar dan api dianggap benar-benar sudah padam,” kata Kapolres Dumai, Minggu (30/4/2023).

Kapolres Dumai mengakui, upaya pemadaman api di lahan gambut yang kering cukup membuat kewalahan. Ditambah akses jalan menuju lokasi pemadaman sangat sulit dilalui dengan berjalan kaki dan ditumbuhi semak belukar.

“TNI – Polri bersama tim gabungan telah berupaya membuat jalan perintis untuk memudahkan mobilisasi personil serta alat pemadaman dan membuat parit serta embung sebagai cadangan sumber air untuk kegiatan pendinginan dan memutus laju api,” terang AKBP Nurhadi Ismanto, S.H, S.I.K.

Upaya pendinginan dilakukan dengan menggunakan 68 alat milik Satgas Karhutla Polda Riau, Satgas Karhutla Polres Dumai, Brimob Polda Riau serta Gabungan TNI, Satpol PP Provinsi Riau, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni, Perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Turut dihadirkan 6 unit alat berat milik PT. Mega Green, PT. Wilmar, PT. MLI, PT. Invitech serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga dihadirkan guna membuat embung dan parit api.

AKBP Nurhadi Ismanto, juga menegaskan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak ada yang membersihkan ataupun membuka lahan dengan cara membakar.

Jika membersihkan ataupun membuka lahan dengan cara membakar, akan dijerat Pasal 50 Ayat (2) Huruf B Jo Pasal 78 Ayat (4) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Perubahan Atas Undang Undang Nomor 14 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Atau Pasal 187 KUHPidana serta Pasal 69 Ayat 1 Huruf H UU PPLH Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman 10 tahun pidana penjara***