Berita Terheboh Pekan Ini: Ternyata ini Penyebab Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Dumai, Kok Bisa?

  • Whatsapp

DUMAI, (DETIK12.com)– Penggunaan gas elpiji bersubsidi kian ramai diminati, tidak hanya oleh rumah tangga juga pengusaha rumah makan dan warung kuliner ramai beralih ke elpiji. Dari hasil penelusuran ke beberapa agen non PSO ramai mengungkapkan bahwa pelanggan mereka ramai yang beralih ke subsidi sejak kenaikan harga gas 12 kilogram sejak Idul Adha kemarin.

 

Read More

Salah satu agen gas elpiji non PSO, Rahmad kepada Detik12.com, Rabu (03/08/2022) menjelaskan bahwa sekitar 10 persen pelanggan gas non subsidi 12 kilogram sudah beralih ke gas melon 3 kilogram. Hal itu dipicu oleh kenaikan harga sejak 10 juli 2022 kemarin dari harga Rp195 ribu menjadi Rp225 ribu hingga hari ini.

 

Dia meyakini salah satu penyebab langkanya gas melon 3 kilogram karena ramainya pengguna gas 12 kilo yang beralih ke elpiji 3 kilo sejak terjadinya kenaikan harga. Hal itu tidak hanya terjadi pada tabung 12 kilogram, namun juga adanya kenaikan pada tabung gas 5 kilo dari Rp91 ribu menjadi Rp110 ribu rupiah, dan 50 kilogram mengalami naik turun harga pada tanggal 10 setiap bulannya.

 

“Sejak kenaikan harga 12 kilogram, sekitar 10 persen pelanggan kami beralih ke melon 3 kilo, dan rata-rata itu pengusaha rumah makan serta usaha kuliner. Alasan mereka beralih disebabkan naiknya seluruh kebutuhan bahan pokok sehingga mereka harus menaikkan harga dagangan mereka,” ujarnya.

 

Dijelaskan Rahmad, akibat kenaikan harga dan ramainya pelanggan gas 12 kilo beralih ke elpiji melon 3 kilo maka ketersediaan gas di agen PSO subsidi menjadi langka, karena pasokan tidak ada kenaikan dan pengguna justru cenderung meningkat dastis sejak Idul Adha lalu.

 

Sebelumnya diberitakan, Kekosongan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di pangkalan resmi di Kota Dumai masih dirasakan warga. Pemerintah diminta cepat tanggap mengatasi kelangkaan ini karena sudah dirasakan hampir dua pekan.

 

Warga Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan Nurhayati menilai kondisi kelangkaan gas 3 kilo ini sangat menyulitkan kaum emak-emak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam menyiapkan masakan di rumah.

 

“Kita harap ada solusi cepat karena sudah cukup lama stok gas tiga kilo ini kosong di pangkalan. Demi mendapatkan gas ini kita rela berkeliling dan antri,” kata Nurhayati.

 

Menyikapi kelangkaan dan terjadinya antrian gas LPG 3 Kg ini, Sekretaris Daerah Kota Dumai Indra Gunawan instruksikan organisasi perangkat daerah terkait untuk segera mengambil langkah dan solusi mengantisipasi masalah pendistribusian gas LPG 3 Kg di masyarakat dan termasuk melaksanakan operasi pasar.

 

“Ini terjadi karena tidak tepat sasaran di masyarakat, kita akan bentuk satuan tugas untuk operasi pasar, karena kita tahu ini akibat ulah oknum, dan akan kita beri sanksi,” kata Sekda Indra, Selasa.

 

Pemerintah juga akan memasang pengumuman di semua pangkalan gas elpiji bahwa peruntukkan hanya untuk masyarakat menengah ke bawah dengan dibuat kartu kendali nantinya bagi rumah tangga kurang mampu. Perwakilan Pertamina Sales Manager Riau Yodha menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalankan regulasi yang telah ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina.

 

Dijelaskan, rata-rata penyaluran sudah sesuai kuota ditetapkan, dan diakui memang adanya lonjakan konsumsi gas elpiji karena harga bbm bahan bakar minyak untuk non subsidi sudah melonjak.

 

“Estimasi untuk penyaluran sudah over dan pertamina yang akan menanggung selisih harga, kami juga butuh pendampingan untuk mengawal dan mengadakan sidak. Kami berharap dinas terkait untuk membentuk satgas khusus terhadap pemakaian berlebihan,” kata Perwakilan Pertamina Pemasaran Yodha.**

Related posts