Dari 15 Orang Geng Motor yang Diamankan Polresta Pekanbaru, 4 Ditetap Sebagai Tersangka Pengeroyokan

  • Whatsapp
PEKANBARU, (DETIK12.com)– Tim Resmob Jatanras Polda Riau bersama Tim Resmob Jembalang Sat Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil amankan 15 orang anggota geng motor, Senin (19/09/22). Mereka diduga terlibat dalam pengeroyokan Noermal Setiadi di Jalan Arifin Achmad dan Novri Ramadhan di Jalan Paus Pekanbaru, Minggu (11/09/23) dini hari lalu.

Dari 15 orang tersebut polisi menetapkan 4 orang sebagai tersangka pengeroyokan. Mereka adalah RP alias Raka, MST alias Mike, MRR alias Rama dan SR.

“Jadi 11 orang lainnya kita perbolehkan pulang dengan syarat membuat pernyataan dan wajib lapor,” ujar Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan kepada awak media.

Read More

Dirincinya, peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/09/22) sekitar pukul 01.30 WIB. Dimana korban Normal Setiadi melintasi Jalan Arifin Achmad bersama rekannya. Tiba-tiba datang gerombolan geng motor.

“Korban saat itu bingung mau kabur atau pelan-pelan saja. Tiba-tiba seorang pelaku melayangkan tongkat bisbol ke arah kepala belakang korban. Bahkan mereka masih terus memepet korban dan hampir terjatuh. Akhirnya korban mendapatkan perawatan di RS Sakit Bina Kasih Jalan Juanda Pekanbaru,” katanya.

Sementara sekitar pukul 02.00 WIB, gerombolan itu kembali melakukan pengeroyokan kepada Novri Ramadhan yang sedang duduk dipinggir jalan Paus Pekanbaru. Tanpa basa basi gerombolan itu lantas memukul dengan meninju korban.

Korban pun terjatuh dan kembali dipukul para pelaku di bagian kepala belakang dan kening atas korban. Selain dengan tongkat besbol mereka juga melakukan pemukulan dengan tangan kosong.

“Beruntung ada warga yang membantu melerai kejadian itu. Sehingga para pelaku pergi meninggalkan korban,” bebernya.

Mendapat laporan pengeroyokan itu, petugas langsung menuju lokasi kejadian. Dimana saat itu petugas berhasil menangkap Raka dan kemudian dilakukan pengembangan hingga berhasil amankan sebanyak 15 orang komplotan itu.

” Pelaku kita jerat dengan Pasal 170 dan atau 351 JO 55, 56 KUHP. Kini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.***

Related posts