DUMAI

Dugaan Kasus Korupsi di Bulog Kerinci dan Sungai Penuh mencuat, Kejati Jambi Diminta Jangan Diam

×

Dugaan Kasus Korupsi di Bulog Kerinci dan Sungai Penuh mencuat, Kejati Jambi Diminta Jangan Diam

Share this article



KERINCI, Detik12.com)– Kasus dugaan korupsi Kepala Bulog Kerinci dan Sungai Penuh, Provinsi Jambi mencuat ke publik. Dugaan korupsi itu terkait penyimpanan dan pendistribusian beras dan gula pasir.

Ketua LSM Peduli Pembangunan dan Aparatur Negara (P2AN), Eka Sujandrai mengatakan kasus ini mulai diselidikinya sejak 2021 lalu. Pihaknya sudah mengantongi bukti-bukti untuk dilaporkan ke Kejati Jambi guna untuk diperiksa. Ada 24 saksi dari mitra Perum Bulog Cabang Kerinci yang mengetahui hal tersebut.

“Pelaku usaha yang bermitra dengan Perum Bulog Subdivre/Cabang Kerinci bisa dijadikan saksi sebagai penguat tindak pidana. Selain itu ada juga keterangan ahli yang dilengkapi dengan alat bukti surat,” kata Eka Sujandrai.

Dalam proyek penyimpanan dan pendistribusian tahun 2021 sampai 2023 itu, menurut Eka, ditemukan ada kekurangan beras 62.800 Kg dan gula pasir 27.250 Kg. Hal ini berdasarkan laporan hasil audit khusus tim Satuan Pengawas Intern (SPI) Regional.

“Atas dugaan korupsi ini, kerugian negara diperkirakan sebesar Rp 1.310.565.024,00 periode 2021 sampai dengan tahun 2023,” jelasnya.

Eka juga menerangkan, terungkapnya dugaan kasus korupsi ini dengan modus operandi resproses yang tidak sesuai dengan prosedur.

“Modus operandinya dilakukan dengan cara proses re-proses yang tidak dilakukan sesuai dengan SOP, serta pengeluaran barang komoditi tidak dicatatkan pada bagian gudang. Sehingga berakibat pada berkurangnya barang komoditi di gudang penyimpanan yang tidak dapat pertanggungjawabkan,” ujar Eka.

Kepala Bulog Cabang Kerinci dan Sungai Penuh, Jambi, Romi Victa Rose ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, Kabupaten Kerinci hampir setiap hari ada pasar kecuali hari Rabu.

“Kami dari Bulog selalu ke lapangan. Kami sudah lakukan sesuai dengan SOP pendistribusian,” terang Romi singkat.

Atas dugaan kasus korupsi di Bulog tersebut, sejumlah aktivis mengecam keras jika memang benar ini yang terjadi. Kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terkait dugaan korupsi tersebut terutama Kejati Jambi agar mengusut tuntas permasalahan ini. Jangan diam. Usut kasus ini sampai tuntas,” ujar salah seorang aktivis.(Feki Novendi Eksal)