DUMAIHUKUMNEWS

Dugaan Korupsi Dana BAZNAS, Kejari Dumai Kumpulkan Bukti Hingga Ke Pelosok

×

Dugaan Korupsi Dana BAZNAS, Kejari Dumai Kumpulkan Bukti Hingga Ke Pelosok

Share this article

DUMAI, detik12.com – Jaksa penyidik sampai blusukan ke pelosok terpencil guna kumpulkan bukti dugaan penyimpangan keuangan di lingkungan BAZNAS Kota Dumai.

Proses penyelidikan dan kemudian penyidikan tersebut untuk mencari dan mengumpulkan bukti oleh jaksa penyidik hingga ke perkampungan warga telah berproses dengan berbagai tantangan.

Menyusul informasi publik dari Kejari Dumai hal tersebut dilakukan kejari Dumai terkait penetapan tersangka dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan dana Baznas Kota Dumai.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai, Dr Agustinus Herimulyanto, SH, MH, Li, melalui Kasi Intelijen, Abu Nawas SH MH, lewat keterangan tertulisnya kepada detik12.com, Senin (7/8/2023), mengatakan, sebelum penetapan tersangka, memang sejak akhir 2022 sudah dilakukan penyelidikan dan penyidikan namun belum diinformasikan ke publik.

Hal tersebut menurut Kejari karena ada hal pertimbangannya yaitu potensi terhambatnya penyelidikan-penyidikan, misalnya setelah publikasi, ada pihak yang berupaya menghilangkan surat-surat bukti dan rekayasa-rekayasa surat bukti.

“Penyelidikan-penyidikan yang demikian merupakan bagian dari informasi-informasi publik yang dikecualikan berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dalam konteks keterbukaan informasi publik (KIP)”, imbuh kasi Intel.

Dijelaskan, menjadi tantangan tersendiri oleh Jaksa penyidik menghadapi banyaknya mustahik (penerima dana zakat) dan sebaran lokasi demi kepentingan pembuktian.

Oleh karena itu, puluhan mustahik telah disambangi atau ditemui untuk diperiksa oleh jaksa penyidik Kejari Dumai, bahkan harus menjangkau daerah pelosok terpencil di pinggiran Kota Dumai.

Jaksa penyidik melakukan pemeriksaan di lokasi mustahik yang terpencil karena mereka kesulitan transportasi ke Kejari Dumai.

Disana kata Abu Nawas, ada pula mustahik yang difable/disabilitas yang harus ditemui guna pengumpulan data.

Paling pelosok adalah di daerah Batu Teritip, untuk sampai ke lokasi tersebut harus dengan menyusuri Sungai mulai pagi hari, siang, bahkan malam. Di tempat tersebut ada sekitar 5 (lima) kelompok tani dan kelompok nelayan.

Semua bukti berupa keterangan para mustahik dikaitkan dengan bukti surat-surat terkait, seperti kuitansi/tanda terima dan pembukuan keuangan di Baznas.

Dari bukti-bukti itu lah terungkap sebagian modus operandi dan tersangkanya, antara lain perbuatan-perbuatan memotong dana atau penyaluran dana tidak penuh, mustahik tidak menerima dana namun dibuat pertanggungjawaban menerima penuh.

Rentang waktu perbuatan tersangka pada saat tersangka IS masih sebagai pegawai Pengelola dan Penyalur dana zakat tahun 2019 sampai dengan IS menjadi Bendahara tahun 2021, jelas Abu Nawas.

Akibat kerugian keuangan yang timbul pun telah dihitung oleh tim auditor sebesar Rp 1.420.405.500,00 (satu milyar empat ratus dua puluh juta empat ratus lima ribu lima ratus rupiah).

Kerugian keuangan tersebut didasarkan dengan pada bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh penyidik, baik keterangan saksi maupun surat-surat, dan itu pun masih dikonfirmasi oleh tim auditor.

Pihak Kejari Dumai sangat mengapresiasi tim auditor Inspektorat Kota Dumai atas dedikasi dan kerjasamanya dalam proses penyidikan.

Terkait lingkup keuangan negara, Jaksa penyidik juga telah mendapatkan keterangan ahli keuangan negara dari Kementrian Keuangan RI di Jakarta.

“Hari ini, Kejari Dumai menyampaikan laporan/pemberitahuan penetapan tersangka IS ke Kejaksaan Tinggi Riau dan KPK RI di Jakarta sebagai pemberitahuan perkembangan penyidikan atas Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang telah dikirim ke KPK RI pada akhir tahun 2022 yang lalu”, jelas Abu Nawas.

Pasca penetapan tersangka IS, tim jaksa penyidik masih akan melakukan pengumpulan bukti-bukti melalui pemeriksaan-pemeriksaan, penyitaan, dan lain-lain sesuai hukum acara pidana sehingga fakta-fakta benar-benar meyakinkan.

Kejari Dumai berusaha agar berkas perkara tersangka IS segera rampung dan dinyatakan lengkap oleh Penuntut Umum (P-21), dan kemudian segera dapat diserahkan ke Penuntut Umum untuk dilimpahkan ke pengadilan Tipikor.

Bahkan dalam penyidikan yang masih berjalan ini jelas Abu Nawas, jaksa penyidik juga terus mendalami ada/tidaknya keterlibatan pihak lain yang tentu mewajibkan diperolehnya alat bukti yang cukup.

Penyidik tidak mungkin mengandalkan pembuktian hanya dari pengakuan seseorang saja, namun wajib terpenuhi 2 alat bukti yang saling bersesuaian, antara lain bisa dari keterangan saksi-saksi dan bukti surat-surat.

Sebagaimana diekspos sebelumnya, Kejari Dumai menetapkan status tersangka oknum mantap bendahara BAZNAS Kota Dumai, berinisial Is.

Tersangka Is saat ini telah menjalani proses penahanan oleh Kejari Dumai.**(rls)