DUMAILINGKUNGAN

Gunakan Trotoar, Super 21 clup Bisa dipidana

×

Gunakan Trotoar, Super 21 clup Bisa dipidana

Share this article

Detik12.com- Jangan harap anda bakal nyaman saat melintas di trotoar Jalan Sultan Hasanudin (0mbak ) Kecamatan Dumai Barat. Pasalnya trotoar yang digunakan untuk pejalan kaki sudah berubah fungsi menjadi lokasi Cafe & Resto Super 21 Club. Terlihat di atas trotoar pot tempat menanam bunga serta kursi pengunjung.

Menurut salah satu warga, Robi (33) yang sering melewati daerah tersebut mengaku sangat terganggu dengan berubah fungsinya trotoar jalan tersebut.

” Saya tidak dapat lagi berjalan dari trotoar dan harus berjalan di pinggir trotoar. Abang lihat sendiri kondisi trotoarnya, sudah sepenuhnya dikuasai oleh Bos super 21,” ungkapnya.

Pengusaha kafe dan Restro tersebut terkesan tidak perduli dengan aturan dan terang terangan merampas hak pejalan kaki demi kepentingan pribadinya. Hal tersebut jelas jelas memancing emosi pengguna trotoar jalan.

Keadaan trotoar dipakai oleh pengusaha sudah berlangsung beberapa bulan, dan terkesan dilakukan pembiaran oleh pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya.

Hingga sampai saat ini tidak ditertibkan oleh pemko Kota Dumai. Padahal eberapa media sudah beberapa kali memberitakan terkait pemakaian trotoar yang dilakukan oleh pengusaha tersebut. Pemko Dumai diduga tidak berani menertibkan usaha tersebut dan diduga ada kongkalikong dengan pihak pengusaha atau sudah menerima upeti dari pengusaha tersebut.

Seharusnya Pemko Dumai serius menanggapi keluhan masyarakat yang sudah sering diberitakan ini. Dugaan ada kutipan yang dilakukan pihak tertentu sehingga mereka tidak takut dan tetap bandel menggunakan trotoar.

Jika pengusaha tersebut sudah disurati dan diberi teguran oleh Satpol PP tapi tidak menggubrisnya seharusnya Izin usahanya bisa dicabut. Menurut aturan juga sudah jelas, jika ada kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan maka orang yang melakukan kegiatan tersebut dapat dipidana.

Keberadaan trotoar merupakan hak pejalan kaki yang telah disebut dalam pasal 131 ayat ( 1 ) UU LLAJ. Artinya bahwa trotoar diperuntukan bagi pengguna jalan kaki dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Selain UU LLAJ, ada dasar hukum lain yang mengatur mengenai penggunaan jalan untuk kegiatan di luar fungsi jalan, yaitu Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (UU Jalan).

Dalam UU Jalan diatur beberapa sanksi pidana sehubungan dengan melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan sebagai berikut:

Dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar. Ruang manfaat jalan meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya.

Penulis : Armen Kincai