Izin dan Amdal Diduga Bermasalah, Pemko Dumai Tak Berani Tindak PKS Mini Milik Rohani, Ada Apa!!!

  • Whatsapp

DUMAI, (DETIK12.com)-  Permasalahan izin dan Amdal yang dimiliki oleh PT Brondolan Inti Jaya (BIJ) masih menjadi pembincangan di tengah-tengah masyarakat Kota Dumai. Walaupun diduga izinnya tidak lengkap, tetapi aktifitas perusahaan yang bergerak dibidang sawit ini tetap berjalan dengan leluasa.

Bahkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik Rohani  yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai ini diduga tidak lengkap perizinannya. Selain itu, PKS Mini milik Rohani ini juga diterpa masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dinilai tidak layak.

Terkait masalah Amdal ini tentu akan berdampak langsung dengan masyarakat. Soalnya bau busuk yang  muncul dari limbah PKS tersebut akan mengganggu masyarakat serta mencemari lingkungan sekitar pabrik.

Read More

Walikota Dumai H Pasal SKM pernah mengatakan di media massa, bahwa setiap perusahaan yang ada di Kota Dumai wajib melengkapi izin, dan aktifitasnya tidak mengganggu ketenangan masyarakat umum.

Apabila ada perusahaan yang tidak memiliki izin dan mengganggu aktifitas masyarakat langsung ditindak. Namun apa yang dikatakan walikota tersebut dinilai hanya menyenangkan hati masyarakat sesangat saja. Sampai saat ini Pemko Dumai belum juga mengambil tindakan apapun terhadap PKS Mini ini.

Kalau ini tidak dilakukan oleh walikota, masyarakat pasti mempertanyakan tentang komitmen walikota dalam melakukan penindakan terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga tidak memiliki izin resmi  tersebut.

Padahal setiap perusahaan harus mengantongi atau melengkapi sejumlah perizinan, seperti UKL ” UPL / RKL ” RPL / AMDAL, SIUPP, SITU, HGB, IMB PABRIK, IMB Perumahan, Izin Gangguan HO, Izin Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL), Izin Radio, Izin Land Aplikasi (jika ada), Izin Mesin-mesin Pabrik dan Izin Timbangan.

Sementara menurut SK Menteri Pertanian No.107/Kpts/2000, sebuah pabrik kelapa sawit hanya dapat didirikan apabila perusahaan tersebut mempunyai kebun yang mampu memasok 50 persen dari kapasitas PKS yang akan dibangun (Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 2004). Artinya, sebelum melaksanakan pembangunan PKS (Pabrik Kelapa Sawit), perusahaan harus mempunyai daya dukung bahan baku.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Pabrik Kelapa Sawit Mini (PKSM) milik Rohani yang sebelumnya beroperasi atas nama Koperasi Jasa Mandiri Jaya Lestari itu terletak di RT 017, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Kabarnya, belakangan pengurus koperasi memutuskan kerjasamanya dengan Rohani. Sejak saat itu operasional PKSM tidak lagi mengatasnamakan koperasi, namun atas nama PT Brondolan Inti Jaya.

Anehnya, kendati kabarnya belum mengantongi izin yang lengkal, PKS Mini tersebut tetap leluasa beroperasi hingga saat ini. Ironisnya lagi, kegiatan itu bisa berjalan aman karena disebut-sebut mendapat perlindungan dari oknum-oknum tertentu.***

Related posts