Lapor Pak Walikota: Warga Dumai Minta Kadisperindag Diganti

  • Whatsapp

DUMAI, (DETIK12.com)– Keluhan masyarakat Kota Dumai terkait masalah harga dan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di pangkalan maupun di pasar-pasar dalam beberapa hari belakangan ini berimbas terhadap Kadisperindag Kota Dumai.

Pasalnya, kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kota Dumai menurut masyarakat, akibat tidak adanya pemantauan atau pengecekan ke pangkalan dan pasar oleh Dinas Perdagangan.

Read More

Sehingga masyarakat menduga gas elpiji 3 kilogram dijual kepada pengusaha rumah makan atau restoran. Padahal gas elpiji ukuran 3 kilogram tersebut dijual khusus untuk masyarakat miskin, sesuai dengan yang tertulis di tabung gas.

Selain itu, masyarakat juga menduga ada permainan pihak pangkalan atau pihak-pihak lain yang sengaja menimbun gas elpiji 3 kilogram tersebut. Hal ini dikuatkan ada sebagian masyarakat mendapat gas dengan harga di luar biasanya.

Oleh karena itu masyarakat meminta Walikota Dumai H Paisal SKM MARS untuk mengganti Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Hermanto SSos MSi.

“Kadang-kadang kami membeli gas 3 kilogram ini dengan harga bervariasi. Kalau dipangkalan sudah habis baru banyak beredar di pasar-pasar. Itu harganya bervariasi. Kami sebagai masyarakat meminta kepada Walikota Dumai untuk mengganti Kadisperindag. Karena kami menilai Dinas Perdagangan tidak ada tindakan apapun akibat kelangkaan gas elpiji tersebut,” terang warga Kota Dumai Rus didampingi Tia, Sabtu (15/10/2022) kepada Detik12.com.

“Padahal kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini sudah lama terjadi. Kemana saja pegawai Disperindag, kok baru sekarang kalang kabut cek ke pasar,” tambah Rus.

Sementara itu, Kadisperindag Kota Dumai Hermanto SSos MSi ketika dikonfirmasi Detik12.com terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan razia ke pasar-pasar.

“Ya kita kedepannya akan melakan sidak ke pasar-pasar, atau ke rumah makan yang menggunakan gas 3 kg subsidi. Kalau untuk stok dari Pertamina kita sesuai kouta, dan mungkin karena banyaknya pemakai gas 12 beralih ke 3 kg jadi makanya kurang. Tapi dalam waktu dekat ini akan kita sidak ke beberapa tempat,” ujar Hermanto.

Dikatakan Kadisperindag, terkait komentar-komentar di media sosial agar dirinya disuruh mundur sebagai Kadisperindag itu hal yang wajar. Namun Hermanto mengaku tetap bekerja sesuai dengan amanah yang diberikan kepadanya.

“Mengenai komentar-komentar masyarakat di media sosial yang meminta saya mundur sebagai Kepala Dinas Perdanggan Kota Dumai, itu ya terserah mereka, yang penting kita bekerja sesuai dengan tugas kita,” ungkapnya.***

Related posts