Liput kegiatan BBM Ilegal, Oknum Wartawan PWI Babak Belur Dikeroyok 4 orang Pria

  • Whatsapp

Detik12.com- Kekerasan terhadap wartawan terjadi di Kota Dumai. satu orang wartawan dikeroyok 4 orang saat melakukan liputan di Salah satu tempat yang diduga gudang BBM Ilegal, kamis (23/9/2021).

Dalam kejadian tersebut wartawan yang menjadi korban pengeroyokan yakni, Henri D dari salah satu media online  Pantauriau.com yang bertugas di Kota Dumai

Read More

Wartawan PWI tersebut terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah dikeroyok 4 orang. Ia dikeroyok ketika melakukan peliputan di area bagan besar, dan kegiatan yang diluput korban adalah ilegal.

Dari informasi yang diterima detik12, kamis (23/9/2021) saat itu wartawan ini kebetulan melintas diarea jalan perwira, diwaktu bertepatan korban mencurigai satu unit mobil Tangki Milik Pemerintah sedang melakukan pemindahan minyak, atau sering disebut “kencing”.

Melihat kejadian itu, korban  pun mengambil dokumentasi gambar, disaat itu korban didatangi seorang perempuan, dan bertanya,” ada apa pak, kalau mau apa apa tunggu bos kita aja,” ucap perempuan tersebut sambil memegang hp untuk menghubungi seseorang.

namun tak berapa lama korban didatangi 4 orang pria berambut Cepak mengendarai motor yamaha RX King, tampa basa basi keempatnya langsung melakukan pengeroyokan, dipukuli dengan kayu Bluti  bahkan disekap dan dipaksa membuat surat perdamaian, akibatnya korban mengalami luka-luka.

Saat ini oknum wartawan PWI tersebut tengah melakukan pisum di Rumah sakit bhayangkara Polres Dumai guna proses hukum lanjut.

Kapolres Dumai AKBP Muhamad Kholid saat dikonfirmasi media ini belum memberikan komentar, namun menurut informasi dilapangan petugas satreskim Polres Dumai sudah menerima berkas laporan dan akan mengambil keterangan saksi.

 

Menyikapi hal tersebut, ketua PWI Kota Dumai, Bambang Hadianto kepada detik12 mengatakan,” ya kita sangat mengutuk aksi Premanisme ini, dan kita juga sudah melaporkan hal ini, nah besok kita tunggu saja, dan kita akan membentuk tim investigasi dalam kejadian ini, dugaan kita dalam kasus ini ada keterlibatan oknum TNI,” ujarnya.

0

 

Penulis : Armen kincai

 

 

Related posts