MENGERIKAN: Anak Durhaka Penggal Kepala Ibu, Tengkuk Korban Dibacok 20 Kali Hingga Bersimbah Darah

  • Whatsapp

Dari keterangan yang didapat, insiden anak penggal kepala ibu itu terjadi di Kampung Ngenol, Desa Gununghejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Kronologis Anak Penggal ibu

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Purwakarata, AKP M Zulkarnaen, peristiwa anak penggal kepala ibu terjadi pada Selasa (20/9/2022) sore.

Read More

Saat itu, korbannya bernama Masitoh (46) menasihati pelaku.

Namun, pelaku tidak terima, dan menganggap ibunya itu terlampau cerewet.

Karena kesal, pelaku kemudian mengambil sebilah parang, lalu leher korban dibacok 20 kali.

Setelah terkena tebasan parang yang berulang-ulang, korban terkapar bersimbah darah dan meninggal dunia.

Tak lama berselang, jenazah korban ditemukan oleh suaminya Muhtar (49), yang tak lain ayah dari tersangka TS.

“Tersangka diketahui kesal kepada korban karena cerewet, sering marah-marah,” ujar Zulkarnaen kepada wartawan, Senin (20/9/2022).

Pascakejadian, jenazah masitoh dibawa ke RSUD Bayu Asih untuk diautopsi.

Soal Gangguan Jiwa

Setelah pembunuhan terjadi, beredar kabar bahwa pelaku ini mengalami gangguan jiwa.

Dari keterangan masyarakat, pelaku pernah diperiksa kejiwaannya di RSU Bayu Asih tahun 2019.

Namun, mengenai aksi pembunuhan ini, polisi belum bisa memastikannya lebih lanjut.

“Untuk gangguan jiwa belum kami konfirmasi dengan melihat rekam medis pelaku,” katanya.

Cerita Kepala Desa

Kepala Desa Gununghejo, Sumaryo mengatakan, pelaku TS sebelumnya pernah menjalani pengobatan di RSUD Bayu Asih karena diduga mengalami gangguan jiwa.

“Dari keterangan keluarga korban, pelaku yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara ini memang telat minum obat. Biasanya keluarga sering menebus obat ke Rumah Sakit Bayu Asih, tapi beberapa hari ini obatnya habis dan belum ditebus kembali,” ujar Sumaryo kepada wartawan, Selasa (20/9/2022).

Sumaryo menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi saat dirinya berada di kantor desa bersama staf dan aparat desa yang lain.

“Saat diberitahu ada kejadian ini, kami langsung ke TKP dan langsung membawa pelaku untuk diamankan ke kantor desa. Setelah itu melaporkan ke Polsek Darangdan. Saat kami bawa pelaku tidak melawan atau berontak,” ujarnya.

Ketua RW setempat, Eem Hermansyah mengatakan bahwa keseharian pelaku adalah bekerja bersama warga dan tidak pernah berbuat onar.

“Sesekali pelaku memang bekerja bersama warga dan tidak ada masalah, tapi kaget aja pas dapet kabar dia membunuh ibunya,” ucap Eem seperti dikutip dari Tribunjabar.id, Selasa (20/9/2022).

Kapolsek Darangdan, Polres Purwakarta, AKP Subagyo mengatakan, aksi anak membunuh ibu kandung ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

“Kepala Desa Gununghejo mengatakan bahwa telah terjadi pembunuhan seorang anak membunuh ibu kandung sendiri yang tak jauh dari kantor kepala desa. Kami pun segera ke lokasi untuk lakukan olah TKP,” ujar Subagyo kepada wartawan, Selasa (20/9/2022.***

Related posts