DUMAIUMUM

Niat Tak Tercapaikan, Oknum Wartawan Ancam Pengusaha CPO Lapor Polisi

×

Niat Tak Tercapaikan, Oknum Wartawan Ancam Pengusaha CPO Lapor Polisi

Share this article




DUMAI, (Detik12.com)– Profesi wartawan kembali tercoreng akibat ulah oknum-oknum insan pers sendiri. Kali ini, sekelompok oknum yang mengaku wartawan di Riau mendatangi gudang-gudang  CPO di Kota Dumai dengan maksud menakuti pengusaha Crude palm oil yang berada di Kota Idaman.


Kedatangan para oknum wartawan tersebut awalnya diduga kuat untuk meminta upeti (uang-red). Namun karena niat awal tak tercapaikan, maka muncul niat kedua yaitu, menakuti para pengusaha akan dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Gudang ini sudah kami laporkan kepusat, kemabes polri, karna banyak beak upnya, penegak hukum setempat, tulisnya melalui WA.


Kasus ini terjadi beberapa hari belakangan ini. Beberapa pemberitaan tentang gudang CPO pun marak di media sosial.


Yang disayangkan dalam kasus ini, oknum wartawan tersebut dinilai salah jalan. Mereka (oknum wartawan,red) tidak mengetahui secara detail tentang profesi wartawan.


Perlu diketahui, wartawan adalah pencari informasi dan memberikan informasi. Bukan mencari upeti (uang,red) dengan cara menakuti.


Selain itu, wartawan juga bukan cuak alias kibus atau informan yang melaporkan tentang hak seseorang. Wartawan itu mencari informan (pemberi informasi,red) bukan menjadi informan.


Namun apa yang dilakukan oleh oknum-oknum wartawan terkait pengancaman terhadap pengusaha CPO tersebut jelas salah langkah.


Armen, salah seorang yang dikaitkan dalam pemberitaan di beberapa media online terkait masalah gudang CPO tersebut kepada awak media mengatakan, dirinya tidak pernah memback up gudang-gudang CPO tersebut.




Namun di sini, Armen yang juga berprofesi sebagai wartawan menilai kinerja oknum-oknum wartawan tersebut sudah melanggar kode etik junarlistik.


“Saya tidak pernah memback up gudang CPO. Saya kesal saja melihat ada oknum-oknum yang seprofesi dengan saya menakuti para pengusaha dengan beribu cara. Dugaan saya, tujuan para oknum wartawan ini cuma satu, hanya upeti (uang,red). Seharusnya jadilah wartawan profesional. Jangan menakuti-nakuti orang, itu bukan tugas wartawan. Tugas kita membuat berita. Kalau ada kecurigaan di gudang CPO itu buatkan beritanya, biar pihak terkait yang melakukan penyelidikan,” kata Armen.





“Yang saya kaget dalam pemberitaan oknum wartawan ini, katanya saya menyebutkan nama Polsek, Polres dan Polairut Dumai. Padahal mereka yang mengatakan ke saya, bahwa gudang CPO di Dumai telah dilaporkan ke Polres, Polsek dan Polairut. Ada buktinya sama saya. Saya terus terang kesal dengan oknum-oknum wartawan seperti ini. Makanya keluar uneg-uneg saya semuanya. Saya bilang sama mereka kalau gudang CPO, tanah timbun semuanya saya yang memback up. Karena kesal, saya seperti ini. Malu dengan pengusaha, pejabat dan masyarakat ternyata masih ada wartawan seperti ini. Kalau cuma meminta uang minyak atau uang rokok saya rasa tidak masalah. Tapi jangan meminta dengan kemauan kita,” terang Armen lagi.


“Mereka (oknum wartawan,red) ini berasal dari luar Dumai. Saking kesalnya saya, foto saya pun saya kirimkan ke mereka biar diviralkan. Niat saya cuma satu, kedepan tidak ada lagi wartawan seperti ini di Riau. Saya tidak ada menjelekan profesi kita ini. Saya cuma malu kalau di Riau ini masih ada oknum-oknum wartawan dengan cara seperti mencari uang. Mudah-mudahan kedepannya tidak seperti ini lagi,” tambah pemimpin perusahaan Koran Harian Detik.***

Kepada Seluruh Masyarakat, Jika memiliki informasi, dan menemukan kejadian/peristiwa penting, atau pelanggaran hukum, baik oleh warga atau pejabat pemerintah/lembaga/penegak hukum, silahkan mengirimkan informasi ke

Redaksi kami. Merupa narasi/tulisan, rekaman video/suara

ke No telepon/WA: 087839121212