Patut Untuk Ditiru, Emak-Emak di Sumbar Rela Masak Rendang 8 Jam Demi Bantu Korban Gempa Cianjur

  • Whatsapp
DETIK12.com– Aksi emak-emak di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ini patut ditiru. Mereka rela memasak rendang hingga berjam-jam demi bisa bantu korban gempa Cianjur.

Jumlah daging yang dimasak menjadi Rendang pun tak sedikit. Menurut informasi, jumlahnya mencapai 20 kilogram.

Sebanyak 20 kilogram daging mentah itu diolah, dan tentu menghabiskan waktu yang lama agar bisa menjadi Rendang.

Read More

Emak-emak itu bukanlah perempuan sembarangan. Mereka merupakan srikandi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar.

Srikandi BPBD Sumbar ini merupakan perkumpulan Dharma Wanita (DW) dari lembaga tersebut.

Aksi para Srikandi BPBD Sumbar itu dibenarkan oleh salah seorang anggota Anggota Dharma Wanita BPBD Sumbar, Devi Ilham Wahab.

Ia mengatakan, untuk bisa mengolah Rendang jadi makanan yang siap disantap, mereka membutuhkan waktu 8 jam.

“Kita mulai pukul 14.00 dan diperkirakan selesai pukul 21.00 WIB,” katanya dikutip dari merdeka.com, Minggu (27/11/2022).

Adapun daging yang diolah jadi masakan terlezat di dunia versi CNN itu berasal dari sumbangan.

Pengumpulan daging mentah sendiri dilakukan hingga Rabu (23/11) malam, sebelum kemudian dimasak.

Provinsi Sumbar memang terkenal kerap mengirimkan bantuan makanan Rendang untuk korban bencana.

Namun khusus pada bencana gempa Cianjur ini, (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur menyebut belum tahu jumlah persis berat Rendang yang akan dikirim.

“Untuk jumlahnya yang kita kirim ke Cianjur belum bisa dipastikan karena berasal dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Sumbar. Tetapi dalam hal ini kita berusaha mengumpulkan rendang sebanyak mungkin,” kata Rumainur.

Jumlah Rendang Bantuan

Biasanya, lanjut dia, setiap kali ada bencana di suatu daerah, Rendang yang dikumpulkan dari setiap SKPD akan mencapai 0,5 ton.

Apabila ada ada tambahan perorangan maupun BUMD atau BUMN nantinya bisa mencapai 1 ton.

Sejauh ini Rendang yang sudah terkumpul di BPBD Sumbar mencapai 340 kilogram. “Diperkirakan hingga besok akan terus bertambah,” ujarnya.

Lantas untuk penyalurannya, Rumainur menyebut bahwa BPBD Sumbar akan bekerja sama dengan posko utama di Cianjur.

“Kita memilih menyerahkan ke pemerintahan di sana, karena mereka yang lebih tahu mana daerah yang segera akan dibagikan,” pungkasnya kemudian.***

Related posts