Pencapresan Anies Terancam Gagal di 2024, AHY: Buat Apa Deklarasi Kalau Pecah di Tengah Jalan

  • Whatsapp

DETIK12.com– Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menekankan tidak ada ‘kawin paksa’ dalam Koalisi Perubahan yang sedang dijajaki oleh Nasdem, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hal itu dikatakan Willy menjawab Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang blak-blakan tidak ingin buru-buru berkoalisi karena khawatir pecah di tengah jalan.

Read More

“Ya tentu pertimbangan sangat bagus. Dan kita lihat, ini kan bukan kawin paksa. Karena dia bukan kawin paksa, dia datang dengan kesadaran. Dan kita (Nasdem-Demokrat-PKS) equal partnership,” ujar Willy saat ditemui di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari tribunmedan.com.

Willy mengatakan, Nasdem tidak akan memaksakan kehendak partai politik dalam Koalisi Perubahan. Menurutnya, Nasdem tidak ingin ada perpecahan di dalam koalisi saat menghadapi Pemilu 2024.

“Yang penting alon-alon asal kelakon. Prinsipnya apa? Yang menjadi episentrumnya adalah Mas Anies sendiri sebagai simbol perubahan,” kata Willy.

Kemudian, Willy mengatakan bahwa Nasdem juga sedang berkomunikasi dengan banyak partai politik lain, bukan hanya PKS dan Demokrat.

Namun, sejauh ini, yang intens dan cukup lama berkomunikasi dengan Nasdem adalah Demokrat dan PKS. “Pilihan alternatif kedua adalah mungkin masing-masing partai akan deklarasi dulu capresnya. Habis itu akan deklarasi bersama setelah itu. Jadi, prosesnya tidak langsung bersama,” ujar

AHY sebelumnya mengaku tak ingin partainya terburu-buru membentuk koalisi untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ia tidak mau deklarasi koalisi partainya hanya untuk gimik politik semata, tetapi mudah bubar di tengah jalan.

“Jangan tergesa-gesa, gopoh. Kalau hanya sekadar bersatu, cuma sekadar gimik politik, saya khawatir koalisinya akan mudah rapuh,” kata AHY saat berpidato dalam acara Pelantikan Pengurus DPC Demokrat Se-Provinsi Jawa Barat, Sabtu (19/11/2022) dikutip dari YouTube Partai Demokrat.

AHY mengatakan, ia sebenarnya tidak ingin Demokrat mengulur-ulur waktu untuk membentuk koalisi.

Tetapi, pendaftaran peserta pilpres baru akan dibuka pada Oktober tahun depan.

Oleh karena itu, menurutnya, masih cukup waktu bagi Demokrat untuk mematangkan rencana koalisi.

“Buat apa kalau hanya sekadar mendeklarasikan tetapi pecah di tengah jalan?” ujar AHY.

Jika koalisi Nasdem, PKS, dan Demokrat tak jalan, maka pencapresan Anies Baswedan bakal terancam tidak akan maju.***

Related posts