EKONOMIINTERNASIONALKESEHATANLIFESTYLELINGKUNGANNEWSPENDIDIKANUMUM

Revitalisasi : SMKN4 Gelar kunjungan ke PT Ivo Mas dan ESM

×

Revitalisasi : SMKN4 Gelar kunjungan ke PT Ivo Mas dan ESM

Share this article

Detik12.com-DUMAI, Dalam rangka pelaksanaan program revitalisasi sekolah, Selasa (3/12 2019) SMKN 4 melakukan dua kunjungan ke perusahaan besar di Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan yakni PT Ivo Mas Tungga ( IMT) dan PT Energi Sejahtera Mas (ESM).

Kunjungan pertemuan untuk PT Ivo Mas Tunggal ( IMT) berlangsung di Gedung Serbaguna di Kawasan Industri Lubuk Gaung. Kedatangan rombongan SMKN 4 Dumai beralamat Jl Pesantren, Kelurahan Tanjung Penyebal, Kecamatan Sei Sembilan disambut langsung HRGA Dept Head PT Ivo Mas Tunggal, Lukas Q Tadjong.

Pertemuan dan MoU kepada kedua perusahaan besar di Kawasan Industri Lubuk Gaung kata Kepala Sekolah SMKN 4 Dumai, H Poyong dilakukan dalam rangka link and match untuk mencapai sekolah berbasis industri yang merupakan bagian dari kegiatan Teaching Factory (TEFA).

“Pihak perusahaaan dalam hal ini PT Ivo Mas Tunggal dan PT Enetgi Sejahtera Mas tadi menyampaikan kalau kurikulum sudah bagus cuma yang harus dilakukan adalah pengayaan dan pengemasan menjadi lebih bagus lagi. Tujuannya adalah agar lahir SDM yang loyaliatas dengan pekerjaannya,” ungkap H Poyong.

Tampak hadir juga dalam pertemuan tersebut sejumlah manajer dan staf PT IMT, ketua-ketua jurusan dari SMKN 4 Dumai yakni Jurusan AMP, AK,APHP, TKJ, ATP, TBSM dan TET serta bagian Humas dari keduabelah pihak. Demikian pula dengan pertemuan dan Mou di PT Energi Sejahtera Mas juga dihadiri pimpinan manajer dan bagian Humas.

Dari pertemuan tersebut kata Kepsek, H Poyong telah melahirkan beberapa kesepakatan yakni memutuskan program berkesinambungan melalui CSR bidang pendidikan yang ada di Industri. Kemudianmenciptakan siswa yang memiliki dan mengerti proses pekerja dan mampu menganalisa pekerjaan untuk meningkatkan SDM.

“ya ini juga Termasuk juga membuat APSDP siswa untuk diundang langsung ke industri, serta kurikulum harus dikembalikan dengan pengayaan industri,” ungkap poyong.

Reporter : Surya Nadi