Terkait Ketidak Harmonisan Bupati Kuansing dengan Wartawan, Ketua PWRI Riau: Jadikanlah Wartawan Sebagai Teman Tempat Melaporkan Informasi

  • Whatsapp
DUMAI, (DETIK12.com)– Dengan adanya isu keretakan antara wartawan dengan Kepala Pemerintahan dalam hal ini Pj Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby beberapa hari belakang ini ditanggapi serius oleh Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Cabang Riau, Feri Windria.
Dalam pembincangan dengan Detik12.com, Rabu (27/7/2022), Feri Windria melihat dengan ketidak harmonisan antara awak media (wartawan) dengan kepala pemerintahan disalah kabupaten, sangat merugikan pemerintah itu sendiri maupun masyarakatnya.
Karena menurut pria yang biasa disapa Feri ini, kehadiran wartawan tersebut bukan mencari musuh, tapi mencari informasi yang bisa diberikan kepada publik (masyarakat). Baik itu pemberitaan pembangunan dan lain-lainnya yang sifatnya membangun.
“Sangat disayangkan apa yang terjadi di Kuansing. Kok bisa seorang bupati mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada insan press (wartawan). Kalau memang ada pemberitaan yang merasa terganggu pemerintahan, bupati bisa menjelasan kebenarannya, bukan memusuhi. Saya mengharap kepada Kepala Daerah (Bupati/Walikota) jadikanlah wartawan ini sebagai teman tempat penyampaian informasi ke publik,” kata Ketua PWRI Riau.
Feri juga menyebutkan, permasalahan dengan rekan-rekan wartawan seharus tak terjadi, soalnya wartawan hadir untuk membantu kinerja pemerintahan. Baik itu tentang pembangunan dan hal-hal lainnya yang mengangkut tentang kepentingan pemerintah.
“Mudah-mudahan kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Baik itu di Kuansing maupun di daerah lain. Untuk permasalahan dengan Bupati Kuansing hanya masalah pemberitaan tentang proyek. Kalau memang dalam pemberitaan itu ada permasalahan ada hak jawabnya. Tak perlu ada perselisihan,” ungkap Feri Windria lagi.
Diujung pembincangan, Feri juga mengharapkan kepada rekan-rekan wartawan untuk selalu mengedepankan profesional sebagai junarlistik. Selain itu, juga meminta kepada awak media supaya tetap menjaga marwah profesi sebagai wartawan.***

Related posts