DUMAIRELIGI

Tidak Bayar Kontrak Ruko Selama 3 Tahun, Pemilik Ruko Malah Dilaporan Ke Polda Riau, Ini Kronologisnya

×

Tidak Bayar Kontrak Ruko Selama 3 Tahun, Pemilik Ruko Malah Dilaporan Ke Polda Riau, Ini Kronologisnya

Share this article

DUMAI, detik12.com – Sudah tidak membayar sewa kontrakan rumah toko (ruko) kurang lebih 3 tahun lamanya, Nursia Kristin Septemberia Simbolon yang menempati ruko malah melaporkan pemilik ruko ke Polda Riau.

Persoalan ini memang antara dua bersaudara adek dan kakak. Sebut saja Nursia Kristin Septemberia Simbolon sebagai adek yang menempati ruko milik kakak kandungnya sendiri bernama Luciana Simbolon.

Persoalan antara kakak adek ini timbul bermula ketika semua barang-barang atau perabotan milik Nursia Kristin Septemberia Simbolon dari ruko yang ditempati Nursia dipindahkan atau dikeluarkan paksa oleh kakaknya Luciana Simbolon ke rumah milik almarhum orang tua mereka di Jalan Sidomulyo, Tegalega, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.

Sedangkan Ruko milik Luciana Simbolon yang ditempati adiknya Nursia Kristin berada di Jalan Kelakap tujuh, RT 004, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Dengan terpaksa Luciana Simbolon (kakak Nursia Kristin Simbolon-red) terpaksa harus menyuruh orang untuk mengeluarkan dan memindahkan seluruh barang-barang milik Nursia Kristin Septemberia Simbolon karena tidak membayar sewa ruko hinga lebih kurang 3 (tiga) tahun.

“Sebenarnya saya sendiri malu menceritakan hal ini kepada rekan-rekan media. Namun dikarenakan adik saya bernama Nursia Kristin Septemberia Simbolon sering omongan yang tidak benar, apalagi ia selalu berkoar-koar di media sosial. Makanya saya ceritakan kejadian sebenarnya kepada rekan rekan sekalian.” ujar Luciana kepada awak media, Jumat (4/8/2023).

Disampaikan Luciana, bahwa perkataan yang tidak benar dari Nursia Kristin banyak bermunculan di media sosial semenjak pemindahan barang-barangnya dari Ruko milik Luciana kakaknya, ke rumah orang tua mereka.

Kemudian adiknya Nursia Kristin Septemberia Simbolon malah membuat laporan ke pihak penyidik Polsek Dumai Barat dan ke Polda Riau.

Luciana Simbolon pun kepada awak media menunjukkan status akun di media online alasan atau dalil Nursia Kristin untuk membuat laporan ke pihak Polsek Dumai Barat dan ke Polda Riau.

Adiknya Nursia Kristin melaporkan kakaknya Luciana Simbolon ke Polisi dengan alasan kalau Nursia Kristin Simbolon mengalami kerugian mencapai sekitar Rp 374 juta lebih akibat diduga kehilangan sejumlah barang miliknya dari Ruko kakaknya Luciana yang sebelumnya ditempati Nursia Kristin Simbolon dan seluruh barang Nursia Kristin Simbolon yang dipindahkan paksa.

Padahal menurut Luciana Simbolon, apa yang disampaikan Nursia Kristin (adiknya) di media sosial soal kehilangan barangnya sama sekali akibat dipindahkan paksa itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. “Itu semua tidak benar”, ujar Luciana.

Dijelaskan Luciana, bahwa Ruko yang ditempati atau dikontrakkan kepada adiknya Nursia Kristin Simbolon adalah milik kakaknya Luciana Simbolon yang sudah bersertifikat.

“Memang benar, bahwa Ruko tersebut merupakan pembagian warisan peninggalan almarhum orang tua kami bernama Salomo Simbolon, akan tetapi, warisan peninggalan orang tua kami sudah dibagi ke masing-masing anak dan langsung di sertifikatkan atas nama masing-masing kami anaknya”, ujar Luciana menjelaskan.

Dalam akta pembagianan pun tanda tangan serta cap jempol tangan adik saya si Nursia Kristin Septemberia Simbolon itupun ada di dokumen Akta pembagian hak bersama No 08 /2017 tertanggal 10 Februari 2017.

“Jadi tidak ada alasan adik saya Nursia Kristin mau bertahan atau mau menguasai rumah pembagianan warisan tersebut karena ruko tersebut adalah milik saya”, katanya.

Sementara itu ditempat terpisah, Cassarolly Sinaga SH MH, sebagai pengacara Luciana Simbolon membenarkan apa yang disampaikan Luciana Simbolon.

Menurut Cassarolly Sinaga, bahwa Ruko yang menjadi permasalahan adalah benar ruko milik kliennya Luciana Simbolon notabene kakak kandung Nursia Kristin Simbolon.

Menjadi timbul permasalahan akibat Nursia Kristin Simbolon terkesan mau menguasai ruko milik kakaknya dengan bukti tidak membayar kontrak ruko hingg kurang lebih 3 tahun lamanya.

Bahkan Nursia Kristin Simbolon tidak mau disuruh pindah dari ruko milik kakaknya Luciana walau tidak mau membayar sewa ruko.

“Kami sudah somasi sampai dua kali, dan mereka berdua pernah bertemu langsung” ujar Cassarolly.

Selain itu kata Cassarolly, baik kakaknya Luciana maupun dia (Cassarolly) sudah mengingatkan Nursia Kristin Simbolon melalui whatsapp hingga sampai dilakukan Dumas di Polsek Dumai Barat dan Polres Dumai, akan tetapi anehnya Kristin Simbolon tetap tidak mau mengambil dan memindahkan barang-barangnya dari Ruko milik Kliennya.

Sehingga klien Saya memutuskan untuk memindahkan barang-barang Kristin Simbolon tersebut ke rumah milik orang tua mereka, ujar Cassarolly Sinaga SH MH, seraya menunjukkan bukti-bukti berupa bukti surat dan rekaman video.

“Kita sudah minta Kristin Simbolon untuk memindahkan semua barang-barangnya dua kali Somasi, chat dan telepon, bahkan membuat Dumas di Polsek Dumai Barat dan Polres Dumai”, kata Cassarolly namun Nursia Kristin Simbolon tetap tidak mau.

Namun setalah barang dipindahkan, kata Cassarolly, dia juga menyurati Nursia Kristin Simbolon untuk mengetahui, agar Nursia Kristin Simbolon mengambil kunci rumah yang dititipkan di kantor Cassarolly.

“Namun memang si Kristin tidak mau ambil barang-barangnya. Jadi kita tidak tahu sebenarnya apa maksud dan tujuan dia, bahkan sampai berkoar-koar di medsos yang tidak sesuai fakta yang sesungguhnya.” jelas Cassarolly lagi.

Lebih jauh dijelaskan Cassarolly, bahwa semua bukti ada ia pegang, jadi aneh dan lucu kalau Kristin Simbolon melaporkan Klien saya dengan dalil dugaan pencurian barang miliknya.

Padahal kata Cassarolly, Nursia Kristin Simbolon mengetahui barang-barangnya berada di rumah orang tua mereka, lagian pula diwaktu semua proses pemindahan barang tersebut telah kita beritahukan melalui surat agar Kristin Simbolon datang dan melihat pemindah barang tersebut.**