Viral!!! Oknum TNI Pukul Pengemudi Mobil

  • Whatsapp

DETIK12.com– Oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) menganiaya dan melontarkan kata-kata kasar ke seorang pengemudi mobil di Bekasi.

Aksi kekerasan tersebut pun viral di media sosial dalam bentuk rekaman video, Jumat, 18 November 2022. Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @-ismailmahruf (Ismail Mahruf), diketahui Ismail merupakan korban penganiayaan itu. Dia menjelaskan kejadian tersebut berlokasi di Pertigaan Pondok Gede Permai, Jembatan Cipendawa, Bekasi, Jawa Barat.

Read More

“Kena aniaya oknum tentara, lokasi di Pertigaan Pondok Gede Permai Jembatan Cipendawa Bekasi,” demikian narasi unggahan tersebut, seperti dikutip dari VIVA, Jumat (18/11).

Tampak dari rekaman video, anggota TNI tersebut sedang cekcok dengan Ismail. Diduga keributan terjadi akibat mobil yang dikendarai Ismail menyenggol motor dinas TNI hingga menyebabkan lecet di salah satu bagian motor.

“Kamu bisa bawa mobil ga? Coba SIM lo apa,” ujar anggota TNI tersebut sambil memukul wajah Ismail. “Baj*ngan kau, gak lihat orang lagi dinas apa kau” tambahnya.

Belum diketahui secara rinci detail kejadian tersebut. Namun, Ismail yang mendapat perlakuan kasar pun hanya dapat melontarkan permintaan maaf dan berjanji bakal mengganti seluruh kerusakan motor dinas tersebut.

“Saya sudah minta maaf loh pak, kalau bapak mau saya ganti, saya ganti,” sahut Ismail. Meski demikian anggota TNI tersebut tidak mengetahui berapa kerugian yang harus diganti Ismail, ia mengajak Ismail untuk mengeceknya langsung ke dealer terdekat namun ajakan tersebut ditolak oleh Ismail.

“Harusnya kau hargai, itu motor ku pakai buat dinas. Harusnya kalau orang itu tahu, ‘oh ini dia lagi dinas’ menghargai, lah kau main nyelonong aja. Aku mau dinas, kau menghambat perjalanan saya kau, ku hajar kau, mau ku hajar?” kata anggota TNI sambil mengepalkan tangan Di akhir video percakapan keduanya tidak terdengar, mereka terlihat meninjau kerusakan motor yang berada di depan mobil.

Tampak Ismail memberikan dua lembar uang 50.000 diduga untuk mengganti kerugian. Namun, anggota TNI tersebut tidak menerimanya dan langsung pergi.***

Related posts